Lukas 1:46-47
“Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,”
Dalam ayat ini merupakan kidung Maria. Mari kita membayangkan sejenak apa yang ada di dalam hati dan pikiran Maria setelah melakukan perjalanan jauh dari Nazaret ke pegunungan tinggi Yudea. Sekalipun lelah, Maria diliputi sukacita dan syukur. Wujud kesetiaannya kepada Allah diungkapkannya dalam kata-kata pujian dengan sikap rendah hati. “Jiwaku memuliakan Tuhan” (Ayat 46).
Jiwa adalah pusat dari keseluruhan kehidupan seseorang. Artinya, seluruh kehidupan Maria adalah untuk memuliakan Tuhan. Maria sadar bahwa Allah sangat memperhatikan dirinya yang rendah. Kelahiran Mesias dari keturunan Daud itu pasti didambakan semua orang Israel. Semua perempuan berharap Mesias lahir dari rahimnya dan ternyata Allah telah memilih Maria sebagai jalan Sang Mesias ke dalam dunia ini. Maria menyadari bahwa ia dipilih bukan karena kebaikannya, melainkan karena rahmat dan kasih karunia Allah semata-mata.
Selalu ada alasan bagi setiap orang untuk memuliakan Tuhan. Bila Maria memuliakan Tuhan karena Tuhan memakai rahimnya untuk melahirkan Sang Mesias, maka saat ini apakah alasan kita untuk memuliakan Tuhan? Kita pasti memiliki alasan masing-masing untuk memuliakan Tuhan. Mari mengingat kembali karya dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita dan senantiasalah memuliakan namaNya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

