Korintus 5:6-7
“Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”
Tahukah Saudara, bahwa ragi adalah mahluk hidup? Ya Ragi, adalah mikroorganisme, memiliki peran krusial dalam pembuatan roti melalui proses fermentasi. Proses ini memungkinkan adonan mengembang dan menghasilkan rasa yang khas. Namun, sedikit ragi dapat mempengaruhi seluruh adonan, menggambarkan betapa kecilnya kesalahan dapat merusak komunitas.
Dalam 1 Korintus 5:6-7, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus untuk tidak bermegah atas dosa, khususnya kejahatan seksual yang merajalela. Ia menggunakan perumpamaan ragi dan adonan untuk menekankan pentingnya menjauhkan diri dari keburukan. Paulus menegaskan bahwa seperti ragi yang merusak adonan, dosa dapat menyebar dan mempengaruhi seluruh jemaat. Jemaat diingatkan untuk berdukacita atas dosa dan menjauhkan diri dari tindakan cabul serta karakter buruk lainnya seperti kikir, pemfitnah, dan pemabuk. Menghapus ragi yang lama berarti membersihkan diri dari keburukan dan berusaha hidup dalam kemurnian dan kebenaran. Kristus, sebagai Anak Domba Paskah yang disembelih, menjadi teladan bagi kita. Hidup-Nya yang tanpa dosa memberikan harapan dan jaminan keselamatan.
Marilah kita menjadikan renungan ini sebagai dorongan untuk hidup dalam kemurnian, menjauhkan diri dari dosa, dan mengingat bahwa setiap tindakan kita dapat mempengaruhi komunitas kita. Semoga kita selalu mengingat pengorbanan Kristus sebagai dasar iman dan hidup kita. Amin.

