1 Samuel 2:1-2

“Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti. TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.”

 

Tuhan tidak jauh, Ia hanya sejauh doa. Kita dapat berjumpa dan menikmati keindahan-Nya lewat doa. Kita dapat mengungkapkan isi hati dengan leluasa, baik suka maupun duka. Doa menjadi saat yang intim bersama Allah.

Dalam bacaan kita Hana berdoa dengan hati yang penuh sukacita. Hana memuji Allah di dalam doanya. Ia memuji Allah karena kekuatan dan pertolongan yang telah ditunjukkan Allah kepadanya. Melalui doanya, ia menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang Mahakudus dan Mahatahu. Doa Hana ini menunjukkan pengenalannya akan Allah yang ia sembah. Ketika ia meminta, ia menyerukan dalam keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Pribadi yang akan menolong dalam kasih dan keadilan-Nya.

 

Saudara yang terkasih,

Doa bukan hanya sarana pengabulan doa semata. Doa adalah wujud relasi pribadi dengan Allah. Pengabulan doa semata hak Allah sesuai kehendak dan rencana-Nya. Doa merupakan ketundukan diri kepada kehendak dan rencana Allah. Hana telah berdoa sesuai kehendak dan rencana Allah. Apa yang ia doakan adalah juga kehendak-Nya. Jadikanlah doa tempat kita mengutarakan isi hati kita kepada Allah, demi menjalin relasi dengan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *