Keluaran 16:3

“dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”

 

Urusan perut sering menjadi hal penting untuk manusia. Dimana manusia beraktivitas disitu juga lah manusia membutuhkan dan menikmati makan. Intinya, perut kenyang semua senang dan tenang, namun kalau perut lapar, emosi menjadi sulit dikendalikan.

Iman bangsa Israel mulai melemah karena perut mulai lapar. Padahal baru saja mereka mengalami mujizat besar. Mereka melihat laut terbelah, menyaksikan kuasa Tuhan yang membebaskan mereka dari perbudakan. Namun ketika perut mereka lapar semua tidak ada artinya. Mereka berkata lebih baik mati di Mesir dengan perut kenyang daripada hidup merdeka tetapi kekurangan. Mereka lebih senang mati sebagai budak asal perut mereka kenyang! Lapar yang mereka rasakan bukan untuk membinasakan, tetapi untuk mengajarkan ketergantungan. Dan tepat setelah keluhan itu, Tuhan menyediakan manna. Tuhan tidak berhenti setia meskipun umat-Nya bersungut-sungut.

Saudara yang terkasih,

Saat ini kita belajar, Iman adalah tetap percaya dalam segala situasi dan kondisi, bahkan saat persediaan terlihat habis. _Jangan cepat mengeluh, bisa jadi Tuhan sedang menyiapkan manna yang belum kamu lihat. Ia tetap setia meskipun kita mulai meragukan-Nya bahkan belum sepenuhnya percaya._ Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *