Kolose 2:18

“Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,”

Paulus mengingatkan jemaat di Kolose agar berhati-hati terhadap ajaran yang terlihat rohani, tetapi justru menjauhkan mereka dari Kristus. Ada orang yang tampak sangat rendah hati, saleh, dan memiliki pengalaman rohani tertentu, tetapi sebenarnya hatinya tidak berpegang kepada Kristus sebagai Kepala.
Hal ini juga relevan bagi kita. Tidak semua sesuatu yang terlihat religius otomatis membawa kita semakin dekat kepada Tuhan. Kita bisa sibuk mengejar pengalaman rohani, mengikuti pendapat manusia, atau merasa harus memenuhi berbagai aturan agar dianggap cukup rohani—sementara hubungan pribadi dengan Kristus justru terabaikan.
Kekristenan bukan perlombaan untuk terlihat paling kudus. Dasarnya adalah Kristus.
Ketika kita berpusat pada Kristus, kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai ajaran, pendapat, atau pengalaman rohani. Kita belajar menguji semuanya berdasarkan firman Tuhan dan tetap melekat kepada-Nya.
Pertanyaannya adalah apakah kehidupan rohani kita akhir-akhir ini semakin membawa kita dekat kepada Kristus, atau justru lebih banyak membuat kita sibuk mengejar pengakuan manusia dan hal-hal lahiriah? Selamat merenungkannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *