Efesus 2:4

“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,”

 

Terkadang yang paling sulit dalam hidup bukan melupakan kesalahan orang lain, tetapi melepaskan luka yang ditinggalkan. Ada kata-kata yang masih membekas, pengkhianatan yang belum sembuh, atau kecewa yang terus diputar dalam hati. Saat itu terjadi, pengampunan terasa berat bahkan terasa tidak adil.

Namun ayat ini mengingatkan bahwa Allah “kaya dengan rahmat.” Bukan sekadar punya sedikit belas kasihan, tetapi limpah. Kasih-Nya tidak berhenti ketika kita gagal. Dia tetap datang mendekat, memeluk, memulihkan, dan mengampuni.

Kalau Tuhan mengampuni kita dengan kasih sebesar itu, maka pengampunan bukan lagi soal siapa yang paling benar, tetapi soal siapa yang mau hidup bebas dari kepahitan.

Mengampuni bukan berarti menyetujui kesalahan. Mengampuni berarti menyerahkan luka kepada Tuhan supaya hati kita tidak terus diracuni oleh amarah. Pengampunan adalah jalan menuju pemulihan.

Saudara yang terkasih,

Mungkin hari ini ada nama yang langsung muncul di pikiran saudara saat membaca atau mendengar renungan ini. Bisa jadi Tuhan sedang mengajarkan saudara satu hal penting: hati yang dipenuhi kasih Tuhan tidak diciptakan untuk menyimpan dendam terlalu lama tetapi untuk mengampuni. Mari belajar untuk saling mengampuni. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *