Roma 8:14
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
Ada banyak suara yang memimpin hidup manusia, ada ketakutan, ambisi, ego, kemarahan, tekanan orang lain, bahkan luka masa lalu. Terkadang kita bergerak cepat, tetapi tidak benar-benar tahu siapa yang sedang memegang arah hidup kita.
Dalam teks kita saat ini, Paulus mengingatkan bahwa anak-anak Allah adalah mereka yang dipimpin oleh Roh Allah. Artinya, hidup orang percaya seharusnya tidak hanya digerakkan oleh keinginan sendiri, tetapi oleh kehendak Tuhan.
Dipimpin Roh bukan berarti hidup tanpa masalah. Bukan juga selalu mendengar suara ajaib atau mengalami hal spektakuler. Sering kali pimpinan Roh hadir dengan sederhana: hati yang ditegur saat mau berbuat salah, dorongan untuk mengampuni, kekuatan untuk tetap sabar, keberanian melakukan yang benar atau adanya damai sejahtera saat mengambil keputusan yang sesuai kehendak Tuhan.
Roh Kudus bekerja mengubah arah hati kita sedikit demi sedikit. Dari keras menjadi lembut. Dari egois menjadi peduli. Dari putus asa menjadi penuh pengharapan.
Saudara yang terkasih,
Terkadang kita ingin Tuhan langsung menunjukkan seluruh rencana hidup. Tetapi sering kali Roh hanya menerangi “satu langkah berikutnya.” Dan di situlah iman belajar taat.
Pertanyaannya “Ke mana Roh Tuhan sedang menuntunku?” Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

