Kisah Para Rasul 6:10

“tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.”

 

Di dunia ini mengandalkan kepintaran, strategi, dan kata-kata yang meyakinkan. Namun dalam teks kita, Stefanus menunjukkan sesuatu yang lebih dalam dari pada yang diandalkan oleh dunia yaitu hikmat yang lahir dari hubungan dengan Tuhan.

Stefanus bukan sekadar berbicara dengan logika yang kuat, tetapi dengan hati yang dipenuhi Roh Kudus. Itulah sebabnya orang-orang yang menentangnya tidak mampu melawannya, bukan karena Stefanus lebih hebat, tetapi karena Tuhan sendiri yang bekerja melalui dia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada keputusan:

harus bicara atau diam, harus jujur atau ikut arus, harus berdiri teguh atau menghindari konflik. Di titik-titik seperti itulah kita butuh hikmat Tuhan.

Hikmat Tuhan menuntun kita untuk berkata benar dengan cara yang tepat, memberi ketenangan saat menghadapi tekanan dan membuat kita untuk tetap rendah hati. 

Namun satu hal penting: memiliki hikmat Tuhan tidak menjamin jalan kita jadi mudah. Stefanus tetap ditolak. Jadi hikmat bukan soal menghindari masalah, tetapi tentang hidup benar di tengah situasi apa pun. Maka janganlah mengandalkan pikiran kita sendiri, namun carilah hikmat Tuhan sebelum bertindak. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *