Mazmur 103:2
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
Pernahkah dalam hening saudara bertanya kepada Tuhan, demikian : “Tuhan, apa saja yang sudah saya lakukan selama ini? Apakah menyenangkan hati Tuhan ataukah mendukakan hati Tuhan?”
Lalu kita mencoba mengingat kembali apa yang sudah selama ini kita lakukan dalam hidup dan bahkan bisa jadi lalu kita mengingat kembali kebaikan-kebaikan Tuhan yang tidak pernah habis-habisnya dalam hidup kita. Baik ketika kita berjalan dengan menyenangkan hati Tuhan bahkan mungkin dalam kondisi gagal serta jauh dari Tuhan.
Dalam nats kita pagi ini, konteksnya adalah pemazmur mengalami liku-liku kehidupan yang seperti kebanyakan manusia alami, ia mengalami masa-masa sulit dan masa-masa bersukacita. Meskipun demikian, pemazmur selalu menutupnya dengan rasa syukur kepada Tuhan. Tidak ada alasan untuk tidak memuji kebaikan-Nya.
Lalu bagaimana dengan kita? Tidak jarang manusia sering kali melupakan kebaikan Tuhan dan menganggap semua keberhasilan adalah hasil dari jerih lelahnya. Namun saat kita gagal, kita protes dengan Tuhan. Bersyukurnya Tuhan tidak mendendam malahan Ia selalu mengasihi dan sabar terhadap kita. Sejak dulu kala Tuhan terbukti sangat setia dan baik kepada orang-orang yang mengasihi-Nya.
Terlebih lagi kebaikan-Nya sungguh nyata saat Ia sendiri rela memberikan diri-Nya melalui Yesus Kristus dan mati bagi kita. Apakah kita selalu ingat akan kasih dan kebaikan-Nya itu?
Mengucap syukurlah, sebab segala kejadian hidup kita tidak lepas dari kebaikan Tuhan. Percayalah, jika Tuhan tidak baik tidaklah mungkin Ia senantiasa menuntun dan memberkati hidup kita sampai saat ini dengan karya-Nya yang ajaib. Bahkan saat kita jatuh dalam dosa, Tuhan rela memberikan diri supaya kita tetap menerima keselamatan dan jaminan hidup kekal.
Maka, bersyukurlah akan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tidak pernah henti-hentinya terjadi dalam hidup kita. Ia Baik, sungguh amat baik! Tuhan Yesus memberkati, Amin.

