1 Korintus 1:24
“tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”
Lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang besar dalam pribadi kita. Baik mempengaruhi pola pikir, perasaan dan perilaku kita.
Orang-orang Yahudi juga merupakan orang-orang yang terbentuk oleh dunia sekitar. Salah satunya adalah pandangan dan keyakinan yang kokoh bahwa Mesias bagi bangsa Yahudi adalah Mesias yang jaya. Mesias yang bisa mengalahkan penjajah Romawi dengan kuasa-Nya. Mereka tidak punya pikiran bahwa Mesias akan disalibkan. Pikiran mereka pasti Yesus bukan Mesias. Inilah yang dimaksud Rasul Paulus, pikiran semacam ini telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk menerima dan beriman pada Yesus.
Demikian juga, orang-orang Yunani yang terbentuk juga oleh dunia sekitar, misalnya melalui beragam aliran filsafat yang dikenal pada saat itu. Hikmat yang mereka terima dari pemikiran filsafat (filsafat sendiri merupakan ilmu tentang hikmat, filsafat berarti cinta hikmat) mendorong mereka untuk menyimpulkan hanya orang bodohlah yang bisa percaya dan menerima bahwa kematian Yesus yang disalibkan oleh tentara Romawi itu berdampak bagi keselamatan umat manusia.
Inilah yang dimaksud Rasul Paulus ketika mengatakan pemberitaan Kristus yang disalibkan dianggap kebodohan bagi mereka.
Rasul Paulus mengingatkan jika hikmat Allah berbeda dengan dunia, pegang dan bersandarlah pada hikmat Allah, bukan pada dunia. Karena dunia menjauhkan kita dari Allah. Hiduplah dalam hikmat Allah! Tuhan Yesus memberkati, Amin.

