TAHIRKANLAH HATIKU
Mazmur 51:12
“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”
Tidak semua orang jikalau ditegur dan diingatkan kesalahannya lalu dapat menerima dengan rendah hati. Bisa jadi ia akan mencari pembelaan untuk membenarkan dirinya sendiri.
Daud adalah raja dan berkuasa, namun meskipun demikian disaat ia ditegur oleh nabi Natan, ia menerima dengan rasa malu dan sesal. Ungkapan penyesalannya dapat kita lihat dalam Mazmur 51 ini secara utuh. Tidak tampak upaya Daud berusaha mencari pembenaran atas perbuatannya. Sebaliknya, Daud mengaku dengan tulus bahwa ia telah berdosa. Ia memohon agar Tuhan mengampuninya dan tidak mengingat kesalahannya, yaitu dosa perzinahannya dengan Batsyeba dan membunuh Uria, suami Batsyeba, dengan cara yang licik.
Saudara yang terkasih,
Periksalah hati kita dengan terbuka dan tulus mengakui kesalahan. Sesungguhnya, tidak seorang pun di antara kita mampu memenuhi standar Allah. Semua perbuatan baik dan kesalehan kita tidaklah cukup untuk memenuhi syarat mendapat perkenaan Allah. Kita harus memohon belas kasihan serta rahmat Allah untuk mentahirkan hati kita, mengampuni dan melayakkan kita. Mari hidup dalam kerendahan hati dan mohon kepadaNya untuk mentahirkan hati kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

