Ulangan 4:9
“Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,”
Lupa adalah hal yang sering dialami oleh manusia. Dan biasanya yang menjadi alasan mudah lupa adalah karena bertambahnya usia. Padahal tidak selalu karena pertambahan usia, bisa jadi karena seringnya kurang tidur, stress, kurang konsentrasi, gaya hidup dan faktor medis.
Ketika seseorang lupa dengan hal yang sederhana mungkin bisa dimaklumi, namun jika lupa dengan hal yang besar dan penting tentu ini akan menjadi persoalan yang besar.
Bangsa Israel sudah melihat mujizat besar; laut terbelah, manna turun, Tuhan berbicara, namun Musa tetap memperingatkan mereka: “berhati-hatilah supaya jangan engkau melupakan…” Pengalaman rohani yang besar tidak otomatis menjaga iman tetap hidup. Iman harus dirawat dengan kesadaran. Tuhan tahu hati manusia mudah bergeser. Ketika hidup mulai stabil, doa bisa jadi rutinitas. Ketika masalah mereda, ucapan syukur bisa memudar. Karena itu Musa berkata: ingatlah seumur hidupmu, simpan di hati, jangan hanya di kepala.
Maka saudara yang terkasih, kita pun diingatkan untuk tidak melupakan karya Tuhan di dalam hidup kita. Jagalah hati untuk selalu bersyukur dan bahkan menceritakan-Nya.
Janganlah melupakan-Nya! Ingatlah selalu dan simpanlah di dalam hati dengan penuh rasa syukur. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

