Yesaya 62:1

“Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.”

 

Ketika kita berdoa, berharap kepada Tuhan, namun seolah jawaban tidak kunjung datang, kita merasa Tuhan diam.

Bangsa Israel pernah merasakan hal yang sama. Yerusalem hancur, umat Tuhan hidup dalam penderitaan dan rasa malu. Namun melalui firman Tuhan dalam Yesaya 62 ini, Allah menyatakan dengan tegas: “Aku tidak akan berdiam diri.” Artinya, sekalipun umat-Nya merasa ditinggalkan, Tuhan sebenarnya tetap bekerja.

Tuhan berjanji memulihkan Sion sampai kebenarannya bersinar seperti terang. Ia bahkan memberi identitas baru—dari yang dianggap rusak dan tidak berharga menjadi umat yang menjadi kesukaan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa pemulihan dari Tuhan bukan hanya soal keadaan yang berubah, tetapi juga cara Tuhan memandang umat-Nya.

Saudara yang terkasih

Jika kita sedang menunggu jawaban dari Tuhan, ingatlah bahwa Ia tidak tinggal diam. Ia bekerja pada waktu dan cara-Nya, dan apa yang Ia lakukan selalu membawa kebaikan bagi umat-Nya.

Tetaplah berpengharapan, berserah dalam setiap doa kita dan percayalah bahwa Ia akan menggenapi setiap janji-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *