Yakobus 4:2
“Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.”
Setiap manusia memiliki banyak keinginan. Coba saudara rasakan pada diri saudara masing-masing, jika ditanya sebutkan apa saja keinginan saudara? Pasti kita akan menyebutkan dengan berbagai macam keinginan. Misalnya keinginan kenyamanan, penghargaan, perhatian, keberhasilan, bahkan hal-hal rohani. Keinginan itu sendiri tidak salah.
Namun Yakobus menegur bahwa masalah besar muncul ketika keinginan mengambil alih hati, hingga kita rela berselisih, memaksa keadaan, atau bahkan melukai orang lain demi mendapatkannya. Bahkan keinginan duniawi dapat menjerumuskan sampai pada tindakan yang sangat berdosa. Dalam teks kita menggunakan kata “membunuh”, artinya betapa kuatnya hawa nafsu manusia. Terdapat ambisi penuh kedengkian. Dan jika hal itu terjadi maka terjadilah perselisihan dan perebutan kepentingan.
Yakobus menunjukkan bahwa masalah relasi sering berasal dari masalah hati.
Maka kuncinya adalah tidak mengandalkan pemikiran diri sendiri akan tetapi mengandalkan Tuhan melalui doa-doa.
Saudara yang terkasih,
Perselisihan terjadi karena kepentingan pribadi yang menguasai, tidak dapat dikendalikan dan didasari dengan iri hati. Maka, jagalah hati kita dengan segala keinginanan kita melalui doa. Sebagai wujud kebergantungan kita kepada Tuhan dan tidak mengandalkan pikiran serta keinginan diri kita sendiri. Selamat berefleksi. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

