2 Korintus 1:3-4
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”
Setiap kita mungkin pernah mengalami masa berat. Kehilangan orang yang dicintai, gagal mencapai sesuatu yang diharapkan, atau merasa sendiri dalam perjuangan. Kondisi ini membuat kita mudah untuk bertanya: “Dimanakah Tuhan?”
Dalam teks kita, Paulus ingin mengingatkan kepada kita bahwa Tuhan tidak pernah jauh. Ia adalah “Bapa yang penuh belas kasihan” bukan Allah yang dingin dan jauh, tetapi Allah yang turut merasakan luka kita. Ia tahu setiap air mata yang jatuh, setiap keluhan yang terucap dalam doa yang lirih. Dia adalah Allah sumber penghiburan kita. Penghiburan Allah datang lewat firman-Nya, doa, kehadiran Roh Kudus, dan juga melalui orang-orang di sekitar kita yang diutus untuk menjadi saluran kasih-Nya.
Namun Paulus juga menegaskan bahwa penghiburan yang kita terima tidak berhenti pada diri kita sendiri. Kita dihibur untuk menghibur dan menguatkan yang lain. Itu artinya setiap pengalaman pahit yang kita lalui tidak sia-sia. Maka percayalah meskipun kadang kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, Ia selalu menghibur dan menguatkan kita dengan caraNya. Jangan lupa kita juga dipanggil untuk menghibur dan menguatkan yang hatinya sedang terluka. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

