1 Petrus 5:2
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Dalam Alkitab, gembala bukan sekadar jabatan, tetapi simbol kasih, kepemimpinan, dan pengorbanan. Seorang gembala memiliki peran untuk menggembalakan, memberi makan, memelihara, menuntun, atau menjaga kawanan domba.
Dan dalam teks kita Petrus mengingatkan bahwa menjadi gembala bukan soal kedudukan, melainkan hati yang mau melayani.
Bukankah setiap kita orang percaya dipanggil untuk menjadi gembala? Baik di tengah keluarga maupun pelayanan.
Namun terkadang kita melayani karena merasa sebuah kewajiban, takut menolak, atau ingin dilihat baik oleh orang lain. Tapi Tuhan melihat lebih dalam: Ia mencari hati yang rela. Pelayanan yang sejati lahir dari kerelaan dan kasih, bukan paksaan atau keuntungan.
Menjadi gembala berarti memiliki hati yang rela untuk berjalan bersama orang lain, memberi makan rohani melalui perkataan yang membangun, melindungi dengan doa, dan menuntun dengan teladan hidup. Tentu ini merupakan hal yang tidak selalu mudah. Kadang kita tidak dihargai, merasa lelah, bahkan disalahpahami. Namun Petrus mengingatkan, ini adalah kawanan domba Allah, bukan milik kita. Tugas kita hanyalah setia dan melayani seperti Yesus, Gembala Agung yang menyerahkan diri-Nya bagi domba-domba-Nya.
Maka marilah melayani dengan hati yang rela bahkan penuh sukacita karena Yesus telah lebih dahulu melayani kita dengan menyerahkan diriNya bagi kita domba-dombaNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *