MAZMUR 51:3-5

“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.”

 

Semua manusia adalah makhluk berdosa dan tidak lepas dari kesalahan. Namun dalam respon lah yang membedakannya. Ada orang-orang yang mau mengakui dosanya. Mereka bergegas meminta ampun kepada Tuhan atas kesalahan yang telah dilakukan. Sebaliknya, ia tidak sadar akan perbuatan dosanya. Sering merasa dirinya paling benar dan bahkan menyalahkan orang lain.

Teks kita saat ini merupakan doa dan refleksi iman Daud. Ia begitu menyesali dosanya dan memohon pengampunan kepada Allah. Secara khusus, doa penyesalan dosa ini terkait penyesalan Daud yang merampas Batsyeba, istri Uria. Penyesalan dan pengampunan selalu diawali dengan pengakuan. Sebuah pengakuan yang didasarkan oleh kesadaran betapa rapuh diri yang penuh dosa ini. Daud yakin bahwa Tuhan akan mengampuni dosanya. Sebab, Tuhan adalah pribadi yang penuh kasih terhadap umat-Nya.

Maka, akuilah dosa kita di hadapan-Nya, maka pengampunan Allah pasti tersedia bagi kita. Karena pulihnya relasi dengan TUHAN adalah satu-satunya yang berharga di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *