Yeremia 33:14

“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda.”

 

“Janji harus ditepati” Tetapi nyatanya ada janji yang kita buat atau orang lain buat tidak ditepati. Dan ini sering mendatangkan rasa kecewa, marah dan mungkin timbul rasa tidak percaya. Maka dalam dunia bisnis supaya ada yang tidak menepati janji maka dibuatkanlah surat perjanjian. Dalam teks kita memberikan gambaran pada kita, bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari perjanjian-Nya. Tuhan bisa saja mengingkari atau membatalkan perjanjian-Nya. Bagaimana bisa? Hal ini dapat terjadi apabila kita tidak setia kepada Tuhan dan lebih menyukai dosa. Akan tetapi, Tuhan kita adalah Tuhan yang dahsyat. Dia rela mengikat diri-Nya kepada kita manusia yang berdosa. Kematian putra tunggal-Nya yakni Yesus Kristus di atas kayu salib menjadi bukti adanya perjanjian yang Tuhan pernah ucapkan ketika manusia pertama jatuh dalam dosa. Hubungan Tuhan dengan manusia dipulihkan, dan hubungan manusia dengan sesama juga dipulihkan.

Dalam Kitab Suci, ada banyak janji Tuhan, baik itu untuk keadaan yang baik maupun untuk keadaan yang tidak baik. Oleh karena itu marilah kita selalu pegang janji Tuhan dalam segala situasi hidup kita. Sehingga dalam kondisi yang tidak menentu ini, kita tidak takut dan khawatir karena ada janji penyertaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *