Lukas 6:9
“Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
Jika ditanya manakah sikap yang benar dihadapan Tuhan antara berbuat baik atau berbuat jahat, tentu siapapun itu akan dengan mudah menjawabnya yaitu berbuat baik kepada siapapun itu.
Namun, dalam teks kita saat ini perbuatan baik yang dilakukan oleh Yesus tidak disambut dengan baik oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
Pada waktu itu Yesus sedang berada di sebuah rumah ibadat pada hari Sabat. Di sana ada seorang dengan tangan kanan yang lumpuh. Ahli Taurat dan orang Farisi mengamat-amati Yesus, apakah Ia akan menyembuhkan pada hari Sabat. Dan Yesus tahu pikiran mereka. Maka Yesus menggunakannya sebagai sebuah kesempatan mengajar dengan menyembuhkan seorang dengan tangan kanan yang lumpuh itu.
Dari apa yang dilakukan Yesus ini mau menunjukkan bahwa inti hukum Allah adalah kasih. Maka pada hari Sabat, bukan hanya beristirahat dari pekerjaan, tetapi juga memberi kehidupan dan kebaikan. Kebaikan itu dapat diwujudnyatakan ketika kita menolong dan memelihara kehidupan. Maka, jika kita tidak menolong padahal mampu, sebenarnya sama saja dengan membiarkan kejahatan terjadi.
Maka jangan sampai mengabaikan kesempatan untuk menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan, karena menolong adalah suatu kebaikan. Namun jika kita mengabaikannya itulah kejahatan! Jadi mau berbuat baik atau jahat? Tentukan pilihan saudara. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

