Yeremia 8:5
“Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.”
Siapa yang mau menerima sesuatu yang palsu? Saya rasa kita semua tidak ingin mendapatkannya. Namun persoalannya adalah untuk mendapatkan yang asli dibutuhkan usaha dan biaya yang mahal.
Lalu muncullah produk-produk palsu.
Pola seperti itu sudah terjadi sejak zaman dahulu. Bacaan kita saat ini mencatat bahwa kepalsuan bukanlah hal yang aneh dan asing. Yehuda enggan untuk kembali kepada yang benar, mereka semua berpegang pada tipu, tidak jujur dan menuduh Allah melakukan kejahatan. Dengan keberadaan itulah, Yehuda disebut hidup dalam kepalsuan. Hidup di luar Allah tidak ada kebenaran. Tanpa kebenaran, yang ada hanya kepalsuan.
Lalu mari kita tarik dalam ibadah kita. Apakah ibadah kita palsu?
Secara fisik orang masih melakukan semua ritual keagamaan. Namun, itu semua sekadar pencitraan untuk menipu orang lain agar kelihatan baik.
Namun, sekarang ini kita diingatkan, lakukanlah ibadah itu dengan kesungguhan! Lakukan semua itu karena kita bersyukur kepada Allah, bukan demi kepalsuan diri! Mari jauhkan diri dari kepalsuan dan hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

