Galatia 3:18

“Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.”

 

Pernahkah saudara berjanji? Saya rasa ini bukan hal yang asing untuk kita. Janji selalu melibatkan dua orang atau pihak dengan tujuan yang sama.

Allah yang dikenal oleh umat Yahudi dan juga oleh umat Kristen adalah Allah yang dikenal sebagai Allah perjanjian. Penulis Surat Galatia kembali mengingatkan perjanjian antara Allah dengan manusia, khususnya dengan Abraham yang diyakini sebagai Bapa orang percaya. Perjanjian dengan Abraham bukan sekadar perjanjian biasa, tetapi perjanjian yang menentukan keselamatan seluruh umat manusia. Dengan demikian, perjanjian ini sangat penting. Tidak ada apa pun yang dapat membatalkannya, tak terkecuali hukum Taurat. Meterai dari seluruh perjanjian antara Allah dan Abraham ada dalam diri Yesus Kristus. Ia adalah wujud kasih karunia Allah terhadap manusia yang berdosa. Di dalam Yesus, janji keselamatan dari Allah kepada seluruh keturunan Abraham mendapatkan pemenuhannya.

Artinya hal yang mau kita refleksikan saat ini adalah bahwa keselamatan yang kita terima adalah wujud kasih karunia Allah bukan hasil usaha kita sendiri. Kita dipanggil untuk mewujudkan janji keselamatan itu dengan hidup sesuai kasih karunia Allah. Selamat menghidupi anugerah janji Allah dan jalani hidup sesuai dengan kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *