MENCARI KESALAHAN

Yeremia 50:20

“Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.”

Ada dua orang yang berteman dekat sudah cukup lama. Suatu ketika salah satu dari mereka melakukan kesalahan, sebut saja melupakan janjinya untuk bertemu padahal yang satu sudah menunggu cukup lama. Lalu ketika tersadar, seorang teman yang melupakan janjinya meminta maaf kepada temannya. Lalu temannya mengatakan, “Ya tidak apa-apa.” Mungkin terlihatnya persoalan sudah selesai. Namun ternyata ketika temannya kembali melakukan kesalahan dan melupakan sesuatu, ia kembali mengungkit masa lalu dan mencari kesalahan teman itu yang dulu katanya, “tidak apa-apa”. Pernahkah saudara demikian?

Melalui perikop ini, kita melihat bahwa cinta Allah kepada kita adalah cinta yang kudus, yang bebas dari kemarahan dan kebencian. Meskipun Ia murka ketika kita melakukan kesalahan, Ia tidak mengungkit-ungkit dan mencari kesalahan kita. Ia juga tidak membiarkan kita selamanya terhukum oleh kesalahan itu, melainkan memberi kita kesempatan baru.

Kita memang manusia berdosa, tetapi Allah tidak hanya melihat kita berdasarkan kesalahan yang pernah kita lakukan. Ia melihat dan mengasihi diri kita seutuhnya. Demikian pula kita harus melihat orang lain. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi janganlah melihat orang lain hanya berdasarkan kesalahannya. Marilah kita belajar untuk mengasihi dengan kasih yang kudus seperti Allah mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *