Hakim-hakim 8:22-27
“Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.” (Ayat 27)
Semua orang pasti pernah lupa. Lupa kalau sudah ada janji mungkin, lupa deadline pekerjaan, lupa makan, dll. Lupa yang dialami manusia bisa dipengaruhi beberapa faktor. Ada faktor usia, yakni menurunnya daya ingat. Tetapi ada juga karena kesengajaan yang menurutnya sesuatu itu tidak perlu dan tidak penting untuk diingat.
Saudara yang terkasih,
Lupa memang manusiawi. Tetapi lupa akan kebaikan dan ketetapan Tuhan itu bukan Kristiani. Dan hal itu yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel di Kanaan. Keamanan dan kesejahteraan hidup pasca takhluknya bangsa Midian kepada Israel membuat mereka terlena dan lupa. Israel kembali serong hati, mereka menyembah ilah lain. Menyembah efod (baju imam) yang terbuat dari emas, mereka beribadah kepada Baal yakni dewa-dewi kesuburan di Kanaan. Sikap Israel yang lupa dengan Tuhan semakin diperburuk dengan sikap lupa akan sikap baik Gideon bin Yoas hakim yang diutus-Nya untuk membebaskan mereka. Israel tidak tahu terimakasih kepada Gideon dan keturunannya.
Dari kisah ini mengingatkan kita akan dua hal :
1. Sikap lupa kepada Tuhan membuat kita mudah berpaling kepada ilah lain.
2. Sikap lupa kepada kebaikan sesama membuat kita menjadi pribadi yang tidak tahu terimakasih.
Maka, bagaimana caranya supaya kita tidak melakukannya?
Ingatlah selalu kebaikan-kebaikan Tuhan di dalam hidup kita. Saksikanlah kebaikannya melalui kata dan perbuatan kepada sesama. Dengan begitu kita tidak akan melupakan Tuhan dan kebaikan sesama kita. Selamat melawan lupa. Tuhan memampukan! Amin.

