Mazmur 130:3-4
“Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”
Manusia akan lebih mudah mengingat apa yang buruk dari diri orang lain daripada kebaikan orang lain. Lebih parahnya lagi akan lebih mudah mengingat kesalahan orang lain daripada hal-hal baik yang dilakukan oleh orang lain sehingga sulit untuk mengampuni. Namun jikalau kita membaca dalam teks kita hari ini, berbeda jauh dengan TUHAN. Pemazmur mengakui bahwa yang bisa kita teladani adalah Allah menyediakan pengampunan. Jika Allah mengingat-ingat kesalahan kita, kita pun akan mati karena malu. Karena itu juga, Pemazmur memohon pengampunan Allah seperti pengawal mengharapkan pagi. Petugas jaga itu selalu berharap bahwa pagi cepat datang. Mengapa? Karena malam memang menakutkan, serangan dapat datang dari mana saja tanpa diketahui.
Setelah diampuni, baiklah kita belajar hidup dalam pengampunan-Nya. Caranya: minta kepada Allah untuk memperbarui hidup kita dari hari ke hari.
Maka persiapkan diri dengan baik, olah hati dan hidup kita dengan baik setiap harinya, dan biarlah selalu ada pengampunan kepada siapapun yang bersalah kepada kita. Sehingga kita mampu hidup dalam kehendak dan pengampunanNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

