Kisah Para Rasul 11:17
“Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”
Saling menghakimi menjadi hal yang sering terjadi dalam kehidupan manusia saat ini. Saling bersaing dan melihat orang lain sebagai ancaman. Orang lain bahagia menjadi hal yang menyusahkan, namun kalau orang lain susah menajdi hal yang membahagiakan. Sungguh memprihatinkan!
Dalam bacaan kita jikalau membaca seluruh ayat, terjadi persoalan dari orang-orang Yahudi yang baru percaya, tetapi masih terikat pada adat-istiadat keyahudian. Mereka menganggap jika pelayanan kepada golongan tidak bersunat merupakan kesalahan besar. Mereka masih menganggap bangsa mereka lebih unggul (eksklusif) daripada yang lain. Maka Petrus mengajar dan menjelaskan maksud Allah bagi semua golongan. Bangsa-bangsa lain dapat dipanggil oleh Tuhan menjadi umat-Nya, itu semata-mata kemurahan hati Allah bukan karena kebaikan mereka.
Maka, kesombongan karena merasa diri lebih baik dari pihak lain pada akhirnya menyebabkan kuasa dan karya Tuhan jauh dari hidup kita. Namun mari, jika kita telah mengalami kemurahan Tuhan, salurkan itu kepada orang lain juga sehingga orang lain pun merasakan kemurahan Tuhan. Janganlah sombong, lihatlah bahwa segala kebaikan yang terjadi hanya karena kemurahan hati Tuhan. Amin.

