Maleakhi 3:14
“Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?”
Dalam hidup ini tidak ada orang yang mau hidupnya dirugikan. Penjual menyusun strategi supaya mendapatkan untung. Begitu juga pembeli, banyak hitung-hitungan agar tidak rugi dalam pembeliannya. Lalu bagaimana dengan hidupan beriman percaya kita kepada Yesus, apakah juga hitung-hitungan tentang untung dan rugi mengikut Kristus?
Dalam bacaan kita terdapat orang yang merasakan rugi mengikut Tuhan. Ia merasa mengikut Tuhan adalah kesia-siaan karena tidak menguntungkan hidupnya. Keuntungan yang dimaksud adalah kelancaran segala rencananya, keamanan hidupnya, kesuksesan dalam segala hal yang dilakukan. Mereka juga memandang bahwa jauh lebih berbahagia orang sombong dan fasik karena mereka beruntung.
Saudara yang terkasih, jika kita mengikuti Tuhan demi keuntungan-keuntungan duniawi, maka ada kesalahan besar dalam motivasi kita. Ketika orang-orang fasik menyesal mengikut Tuhan karena tidak mendapatkan apa yang diingininya, orang-orang benar yang mengenal Tuhan tetap setia dan tidak goyah. Dalam kesesakan, persekutuan orang benar menguatkan satu sama yang lain untuk tetap fokus kepada TUHAN.
Karena pada waktu TUHAN bertindak, pada hari TUHAN menegakkan keadilan, pada hari itulah orang-orang benar akan ditebus oleh TUHAN Semesta Alam. Mereka adalah milik kesayangan-Nya dan akan mengalami kemenangan dalam TUHAN. Maka, jangan pernah itung-itungan, mari tetap setia dan hidup menjadi orang benar karena kita akan mengalami kemenangan di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

