Ester 7:3
“Maka jawab Ester, sang ratu: “Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.”
‘Waton wani’ atau asal berani merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun apakah hal ini mendatangkan kebaikan, terlebih jikalau waton wani dalam merespon dan mengambil keputusan dalam suatu masalah? Bisa jadi malahan karena sikap itu membawa pada sebuah situasi yang semakin sulit. Hal yang tidak mudah untuk mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan bijaksana dalam situasi kritis. Ketika bangsa Yahudi terancam bahaya, Ester berada dalam posisi sangat sulit. Untuk menyelamatkan bangsa dan dirinya, ia harus menghadapi dua ancaman besar, yaitu Haman dan sang raja sendiri. Taruhannya adalah nyawanya dan nyawa bangsanya. Untuk itu, ia harus menyusun strategi dengan tepat dan bijaksana agar tujuannya tercapai. Kisah Ester memperlihatkan tindakan Ester yang berani dan strateginya yang luar biasa.
Maka, dalam situasi yang kritis kita memerlukan lebih dari sekedar keberanian namun kita juga membutuhkan kebijaksanaan. Tanpa kebijaksanaan, tindakan kita hanya menjadi tindakan yang gegabah dan berisiko tinggi. Siapakah yang memberi kebijaksanaan bagi kita? Tuhan Allah lah sumber kebijaksanaan kita. Maka memohonlah hikmat dan kebijaksanaanNya untuk kita, supaya tepat dan bijaksana meskipun dalam masa kritis. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

