Ibrani 9:12
“dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.”

Berkorban bagi sesama adalah hal yang jarang ditemukan. Lebih baik mementingkan diri sendiri daripada orang lain. Kematian Kristus merupakan peristiwa yang agung dan sarat makna. Bagi penulis Surat Ibrani, kematian Kristus memberi makna baru praktik persembahan kurban penghapusan dosa. Semula ritual itu hanya bersifat lahiriah, kini bersifat batiniah. Semula bersifat ekslusif atau berlaku hanya bagi orang yang mempersembahkan kurban, tetapi kini, berlaku bagi setiap orang yang terpanggil oleh-Nya. Bukan domba atau anak lembu, melainkan Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat. Hidup-Nya dipersembahkan-Nya sebagai kurban penebusan dosa bagi semua orang. Pengorbanan Kristus untuk menyelamatkan kehidupan kita.

Maka kita yang sudah diselamatkan memiliki tugas untuk menyatakan karya penebusan-Nya itu kepada sesama. Salah satu bentuknya adalah dengan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang sejati kepada-Nya. Sehingga melalui keberadaan dan kehadiran kita, orang lain mampu merasakan perjumpaan bersama dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *