Filipi 1:7
“Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.”
Pernahkah saudara merasa mulai jauh dari orang yang dulunya dekat dengan kita? Mungkin karena saling sibuk dan jarak yang memisahkan. Bahkan bisa jadi tidak hanya dengan orang lain namun juga dengan Tuhan.
Teks kita berisi dimana Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebuah kasih yang tidak terputus oleh jarak, waktu, atau keadaan. Ia mengatakan kepada jemaat di Filipi: “Kamu ada di dalam hatiku.” Paulus menulis ini bukan dari tempat nyaman, melainkan dari penjara. Anehnya, justru di tengah keterbatasan itu, kasihnya semakin nyata.
Kalimat “ada di dalam hati” yang disampaikan oleh Paulus memiliki arti bahwa ia tidak hanya sekedar ingat, namun membawa dalam doa, ada kepedulian dan tetap setia meskipun tidak selalu dekat secara fisik.
Artinya kasih yang diajarkan adalah kasih yang tinggal, bukan singgah.
Saudara yang terkasih,
Firman ini mengajak kita untuk kembali menghidupi kasih yang nyata. Kasih bukan tentang seberapa besar yang kita lakukan, tetapi seberapa tulus kita menyimpan seseorang di dalam hati. Kasih yang menetap, bertahan, dan setia, meskipun keadaan tidak selalu baik dan sama. Mari hidupi kasih dalam segala keterbatasan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
https://youtu.be/P2-zIWV0kw0o

