Yeremia 32:38
“Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

Konteks bacaan kita adalah pada saat itu, Yerusalem sedang menghadapi kehancuran akibat serangan Babel dan bangsa itu berada dalam kondisi rohani yang jatuh. Namun di tengah hukuman, Tuhan memberikan janji yang penuh harapan yaitu pemulihan relasi atau hubungan. Kalimat “umat-Ku” dan “Allah mereka” adalah bahasa perjanjian. Ini mengingatkan pada hubungan khusus antara Tuhan dan Israel sejak zaman Musa. Mereka telah gagal, berulang kali. Namun, Tuhan tidak berkata, “Aku menyerah.” Sebaliknya, Dia berkata: “Mereka tetap umat-Ku.”
Saudara yang terkasih,
Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan kita. Dia tetap ingin menjadi Allah kita bukan hanya saat kita baik, tetapi juga saat kita sedang berjuang bahkan dalam kondisi yang tidak sempurna. Maka marilah kita senantiasa hidup dekat dengan Tuhan, bukan hanya mengenal-Nya dari kejauhan karena kita adalah milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *