Yesaya 54:10

“Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau”

Terkadang yang kita anggap sesuatu yang membahagiakan, pada akhirnya membawa kita kepada kesengsaraan. Dan terkadang yang kita anggap penderitaan namun pada akhirnya kita mendapatkan kesejahteraan. Maka hadapilah pahit dan  manisnya kehidupan dan tidak semua yang manis membawa kepada kebahagiaan, karena cara Tuhan mampu mengubah apapun termasuk mengubah yang pahit menjadi berkat. Nabi Yesaya menyampaikan kepada orang Israel bahwa apa pun yang terjadi, kasih Tuhan kepada mereka tidak pernah berubah. Gunung beranjak dan bukit bergoyang dapat juga diartikan sebagai tantangan atau hambatan yang besar, yang sulit untuk diatasi. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat yang dikasihi-Nya. Artinya, dalam pahit dan manis dalam kehidupan yang terjadi dalam hidup, kasih Tuhan tidak akan pernah beranjak dan berubah.

Saudara yang terkasih,

kepahitan apakah yang membuat kita untuk tidak bersyukur kepada Tuhan atau kebahagiaan apakah yang membuat kita lupa diri bahwa semua hidup ini hanya karena kasih dan pemberianNya? Apapun yang kita alami dalam hidup ini, percayalah ia tidak akan pernah mengingkari janjiNya, sebab kasih-Nya tidak akan pernah beranjak. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *