Mazmur 69:33

“Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!”

Menjadi Kristen bukan berarti lalu kebal dengan penderitaan dan kesesakan. Justru dalam perjalanan hidup kita akan diterpa dan ditimpa berbagai peristiwa hidup. Kadang peristiwa itu membawa sukacita tetapi tak jarang juga membawa kita pada kesesakan. Tidak jarang kesesakan itu muncul karena membela dan melakukan kebenaran. Pengalaman itu juga dialami pemazmur. Ia menyatakan telah menanggung cela dan cintanya bagi rumah Allah menghanguskan dirinya. Pemazmur tak habis pikir, ada orang-orang yang begitu membencinya tanpa alasan dan ingin menghabisi nyawanya. Jika kita membaca dengan baik, perikop Mazmur ini merupakan kekuatan bagi setiap orang yang rela menderita bagi Allah. Namun, akan terasa asing bagi mereka yang tidak pernah menyadari bahwa mencintai Allah adalah sebuah perjuangan yang berat.

Saudara yang terkasih,

Kesesakan menimbulkan tahan uji dan tidak selalu buruk bagi setiap kita yang sedang merasakan kesesakan. Kesesakan dapat menempa orang beriman untuk dilatih tegar dan memercayakan diri kepada Tuhan. Dalam proses sulit itulah, spiritualitas seharusnya semakin bertumbuh. Maka marilah mampu menghayati dalam setiap kesesakan yang terjadi bahwa dalam kesesakan ada tahan uji yang dihasilkan ketika setia dan tetap memiliki pengharapan. Tuhan Yesus menolong. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *